Diskon besar di banyak kategori produk, Win & Win First!
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

7 Langkah Menjadi Ahli

Berdasarkan pengalaman, kita tentunya semua bersekolah yak? Nah tapi kadangkala kita atau orang tua kita terkadang salah atau lupa dalam menentukan goal kita bersekolah. Kebanyakan atau mayoritas dari generasi saya sekitar 70 – 80 an bersekolah dengan goal adalah lulus, memiliki ijazah yang dimana akhirnya ijazah tersebut dipergunakan untuk mencari kerja. Ujung-ujungnya bekerja asal diterima, tidak sesuai keahlian, gaji pas-pasan dan stress terus… hehehe.

Nah, untuk generasi 90 an keatas yang saat ini masih berusia produktif, mudah-mudahan kalian tidak salah goal dalam bersekolah ya. Belajar dari pengalaman generasi sebelumnya, buat kamu yang usia produktif, tentukan goal kalian bersekolah adalah mencari ilmu yak. Ilmu yang bagaimana? Ilmu yang membawa kalian menjadi ahli dan senang.

Karena terbukti, saat ini dimasa pandemi dan sebagian besar orang kesulitan untuk bekerja, orang-orang yang mempunyai keahlian tertentu tidak terpengaruh dan tetap bsa produktif dan tidak mengalami kesulitan berarti dalam masa pandemi ini. Coba lihat disekelilingmu, pasti orang yang memiliki keahlian tertentu cenderung tidak kesulitan dalam menyesuaikan diri… benar bukan?

Nah, bagaimanakah cara agar kita bsa menemukan bidang keahlian yang sesuai dengan kita? Yuk kita simak berikut ini 7 Langkah Menjadi Ahli :

1. Telusuri karakter pekerjaan

Langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan Anda adalah menentukan tolok ukur keahlian itu sendiri. Caranya dengan menelusuri karakter pekerjaan Anda. Maksudnya setiap bidang pekerjaan memiliki kualifikasi penguasaan tertentu yang terbagi dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.

Misalnya jika Anda bekerja di biro perjalanan wisata, tentu Anda harus memiliki pengetahuan tentang daerah wisata, ketrampilan memandu turis/wisatawan dan ketrampilan berbahasa asing. Dan tentu saja pengetahuan dan ketrampilan ini harus didukung oleh sikap yang ramah, supel, dan familiar.



2. Penilaian kekuatan diri


Nilailah diri Anda dengan jujur. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda sudah memiliki sikap yang menunjang tugas dan pekerjaan Anda. Sebaiknya Anda juga meminta ‘feedback’ dari orang lain di sekeliling Anda.

Masalahnya, kadang Anda merasa sudah cukup ramah, tetapi ternyata menurut orang-orang di sekitar Anda, tidak demikian.

Untuk kolom pengetahuan dan ketrampilan nilailah seberapa baik diri Anda untuk setiap aspek yang telah ditentukan. Penilaian itu ‘baik, cukup, atau kurang’.

Untuk penilaian ini pun Anda harus berlaku objektif, kalau perlu Anda bisa minta bantuan teman Anda untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan Anda. Misalnya ketrampilan manajemen Anda baik, cukup, atau kurang.


3. Sadari kelemahan dan bertindaklah


Dari kedua hal di atas, Anda dapat menyadari apa saja kelemahan dan kekurangan Anda. Tapi jika sudah menyadari, jangan terlalu banyak toleransi pada diri sendiri dengan tidak melakukan peningkatan. Segeralah bertindak, jika pengetahuan dan ketrampilan Anda masih kurang, lakukan peningkatan dan penambahan kualitas ketrampilan dan pengetahuan Anda.


4. Jangan berhenti berlatih


Semakin sering Anda berlatih akan semakin baik bagi Anda untuk menjadi seorang ‘ahli’. Kondisikan diri Anda seperti seorang atlit yang harus meraih ‘juara’. Tentukan target dalam berlatih. Misalnya kalau saat ini Anda sedang berlatih meningkatkan ketrampilan bahasa asing, minimal tiga bulan ke depan Anda sudah lancar berbahasa asing tersebut. Caranya tentu dengan berlatih langsung dengan orang yang terampil di bidang tersebut. Tambahkan porsi latihan dari waktu ke waktu.


5. Kekuatan pendukung


Untuk menjadi seorang ‘ahli’ diperlukan pendukung yang kuat. Pendukung itu adalah orang-orang yang selalu mensupport dan membantu Anda dalam mencapai keahlian. Orang-orang tersebut terdiri dari: orang-orang di lingkungan pekerjaan yang bisa diajak berdiskusi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan keahlian; orang yang mau melatih Anda; orang yang memberikan informasi tentang hal-hal yang Anda perlukan; orang yang bisa memberikan ‘feedback’ tentang performa kerja Anda; orang yang menyemangati usaha Anda; dan orang-orang yang dapat membantu memperluas hubungan sosial yang berguna bagi pekerjaan Anda.



6. Lakukan pembaruan


Jika Anda merasa sudah cukup ahli dalam suatu bidang, jangan terpaku pada satu keahlian tersebut. Lakukan pembaruan dan penyegaran agar keahlian yang Anda miliki tidak ‘kejam’ alias ketinggalan jaman. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan keahlian Anda untuk hal-hal yang berguna. Karena keahlian yang tidak dimanfaatkan akan mengalami ‘stagnasi’.



7. Evaluasi


Langkah terakhir yang harus Anda lakukan untuk menjadi ‘ahli’ adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala. Misalnya, kekurangan dan kelemahan apa saja yang berhasil Anda atasi? Target keahlian apa yang sudah tercapai? Sejauh mana peran pendukung dapat membantu usaha? Dan yang palin terpenting,  keahlian Anda akan semakin berarti bila berguna bagi orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat untuk manusia, alam dan sekitarnya.

Good Luck!

 

Nah, Pertanyaanya : 

Sudah seberapa ahli kah kita terhadap bidang yang kita tekuni? Terus update, Istiqomah dan Semangat ya!

Share di kolom komentar ya jika kamu punya hal yang ingin disampaikan 😉

 
 🐝 beeway97 – Win & Win First!

1 Komentar

  • Yusi

    Mantab 🙏

Tulis Komentar